stia aan yogyakarta

Mapala “AGNY” Gelar DIKSAR XXIX di Wonosobo, Tempa Mental dan Kebersamaan Calon Anggota

Yogyakarta – Pada tanggal 16–21 November 2025, Mapala “AGNY” melaksanakan kegiatan DIKSAR atau yang biasa disebut “Special Camp”. DIKSAR dalam kegiatan Mapala merupakan singkatan dari Pendidikan Dasar, yang merupakan tahap awal atau pelatihan dasar yang wajib diikuti calon anggota Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) ”AGNY” sebelum resmi dilantik menjadi anggota.

Pada tahun ini, Mapala “AGNY” mengambil tema special camp “Dilatih oleh Alam, Dikuatkan oleh Persaudaraan”. ”Alasan pengambilan tema ini karena melihat antusiasme dan kekompakan calon anggota baru pada angkatan ini”, ujar Karolus Engfaldus Talrim selaku Ketua Panitia Special Camp XXIX.

Pada tahun ini, Mapala “AGNY” memilih lokasi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dilaksanakan di daerah Purworejo. Untuk tahun ini, pelaksanaan special camp dilaksanakan di Bukit Sikunci, Krajan, Pulosaren, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Persiapan special camp dimulai sejak akhir bulan Agustus karena banyak rangkaian latihan serta materi-materi yang akan diimplementasikan di lapangan nantinya.

”Saat survei lokasi tersebut, ditemukan beberapa ular di sekitar wilayah itu, sehingga dalam persiapannya kami menambahkan materi tentang terkait bagaimana cara menghadapi situasi jika peserta bertemu ular”, ujar Ika Wijayanti selaku Ketua Umum Mapala“AGNY”.

Tujuan Pelaksanaan DIKSAR

“Tujuan DIKSAR ini adalah untuk melatih dan membentuk karakter yang tangguh, berjiwa petualang, serta mampu bertahan hidup di hutan melalui kemampuan survival dan navigasi,” ujar Karolus Engfaldus Talrim. Ketua Umum Mapala AGNY, Ika Wijayanti, menjelaskan bahwa terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaan special camp ini. Salah satunya adalah keterbatasan jumlah panitia dibandingkan dengan banyaknya peserta. Selain itu, kondisi ini membuat persiapan membutuhkan usaha ekstra.

Keterbatasan dan Kendala Teknis

Kendala lain muncul pada proses persiapan alat. Jumlah perlengkapan yang cukup banyak sempat menimbulkan kebingungan. Akibatnya, panitia harus meminjam peralatan dari Mapala lain dengan usaha tambahan.

Keterbatasan Sumber Daya Anggota

Selain itu, kegiatan ini juga bersamaan dengan pelaksanaan LDK di kampus. Hal ini menyebabkan sebagian anggota Mapala terlibat dalam kepanitiaan LDK. Dengan demikian, jumlah anggota yang membantu persiapan DIKSAR menjadi lebih sedikit.

Pada saat pelaksanaan, para peserta juga disambut hujan sehingga jalur menjadi licin dan menyebabkan beberapa peserta terpeleset. Hujan yang membasahi mereka juga menyebabkan barang bawaan menjadi lebih berat saat perjalanan pulang, 

Eva Nur Habibah, salah satu peserta Special Camp XXIX membagikan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini. ”Pengalaman paling berkesan dari kegiatan ini adalah kekompakan kami, karena di sana kami saling membantu dan saling menjaga satu sama lain”. Kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran, dan dalam kegiatan ini banyak ilmu yang dapat digunakan dalam kegiatan Mapala ke depannya. Reporter: Aprillia Nanda Rahayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.